Monday, 30 March 2015

Terkikisnya Nilai-Nilai Keimanan
Oleh Muhammad Ruslan


Rasulullah SAW bersabda :
“Akan tiba suatu masa, dimana Islam hanya tinggal namanya saja. AL-Qur`an hanya tinggal tulisannya saja. Masjid pada hari itu dibangun dengan megah, namun tidak dapat menurunkan hidayah. Ulama-ulama jahat dan sesat bermunculan, dari mereka awal bencana dan fitnah dan kepada mereka pula kembali akibat buruknya”.(H.R. Baihaqi)
                 Sesuai hadits Rasulullah SAW di atas, bahwa Rasulullah dengan kemukjizatannya atau keistimewaanya sebagai seorang Rasul yang telah mengetahui jauh ke depan setelah beliau wafat bahwa suatu saat nanti akan dijumpai zuatu zaman, yang pada zaman itu ada beberapa keadaan yang berlaku, yaitu :
                Yang pertama, agama Islam dikenal hanya tinggal namanya saja. Maksudnya, Islam hanya sebagai formalitas saja atau hanya sebagai pelengkap keterangan di kartu identitas pengenal saja. Di kartu tersebut tertera tulisan menganut agama Islam, tetapi tidak mengamalkan syariat agama Islam. Yang benar-benar mengamalkan syariat Islam dianggap suatu keanehan dan sebaliknya orang yang melanggar syariat Islam dan kebudayaan Islam dianggap wajar dan lumrah-lumrah saja. Boleh kita ambil contoh yang tejadi di masyarakat kita, bahwa ada yang berpendapat bahwa seorang wanita yang berhijab atau berjilbab dianggap kuno, kampungan atau ketinggalan zaman. Tetapi sebaliknya, bagi wanita-wanita yang berani membuka auratnya sianggap sebagai pujaan generasi muda dan merupakan hak asasi bagi wanita. Inilah sebagian pendapat yang menyesatkan dan merusak generasi muda kita. Dari sudut pandang yang lain pada saat ini, semangat dalam syiar agama  sudah banyak terkikis, dapat kita perhatikan di masyarakat kita yang terjadi saat ini, apabila diadakan syiar Islam berupa peringatan hari-hari besar Islam yang diadakan dengan tujuan untuk memberikan siraman-siraman rohani, sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi biasanya sangat sulit untuk mengumpulkan masyarakat. Tetapi sebaliknya, apabila ada urusan di luar agama seperti hiburan dan sebaginya, baik muda atau tua beramai-ramai bergegas dengan semangat empat puluh lima, untuk menghadiri dan memeriahkannya.
                Yang kedua, kitab suci Al-Qur`an hanya tinggal tulisannya saja. Maksdunya Al-Quran hanya menjadi pelengkap hiasan di dalam lemari, bahkan ada yang menjadikan Al-Qur`an sebagai barang antik, sebagai jimat dan juga sebagai penangkal. Umat Islam banyak yang tidak bisa membaca kitab sucinya sendiri apatah lagi mengamalkannya. Banyak orang tua tidak khawatir kalau anak-anaknya buta huruf Al-Qur`an tetapi malah sebaliknya ia sangat takut kalau anak-anaknya tidak pandai komputer, tidak pandai bahasa inggris dan lain sebaginya. Padahal Al-Qur`an merupakan kitab suci yang menjadi acuan dan pedoman dalam kehidupan. Oleh sebab itu, marilah kita ajarkan anak-anak kita ilmu-ilmu Al-Qur`an, seandainya kurang mampu mangajarkannya, kita serahkan kepada guru-guru yang berkompeten. Sungguh bahagialah bagi orang tua yang berhasil mewariskan atau memberikan ilmu-ilmu agama atau ilmu-ilmu Al-Qur`an kepada anak-anaknya. Karena apabila seorang meninggal dunia, maka harta, jabatan, istri dan anak cucu keturunan semua ditinggal, kecuali amal ibadah, sedakah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan mustajabnya doa anak yang soleh.
Didalam kitab Tambihul Ghafilin sayyaidina Umar bin Khattab berkata : “sifat durhaka itu bukan hanya pada anak saja, tetapi orang tuapun bisa durhaka kepada anaknnya. Adapun orang tua yang durhaka kepada anaknya antara lain :
1.       Seorang ayah yang memilih ibu untuk anaknya dari wanita-wanita yang bodoh, kafir dan jahat
2.       Orang tua yang menamai anaknya dengan nama-nama yang buruk dan hina
3.       Orang tua yang tidak mengajarkan anak-anaknya membaca Al-Qur`an dan ilmu agama lainnya.
Selanjutnya yanng ketiga, masjid-masjid banyak dibangun dengan megah tetapi tidak dapat menurunkan hidayah. Masjid-masjid yang megah tersebut hanya sebagai simbolis atau lambang kebanggan saja namun masjid itu sepi dari jamaah. Dan kalau ada terjadi bencana alam seperti gempa, tsunami, banjir dan sebagainya, barulah semua orang bergegas masuk ke masjid untuk berlindung. Masjid dijadikan tempat berlindung apabila dalam kondisi terdesak. Perlu kita ketahui bahwa masjid merupakan tempat mempercepat turunnya hidayah dan juga tempat menghapus dosa-dosa. Bahkan setiap langkah kita menuju masjid dihitung sebagai kebajikan oleh Allah SWT.
Keadaan yang keempat, dalam hadits di atas yaitu ulama-ulama yang sesat dan jahat yang dari mereka munculnya fitnah. Dewasa ini sudah banyak timbul kelompok-kelompok yang mengatas namakan agama Islam namun pemahamannya dapat menyesatkan umat sehingga timbullah fitnah. Ada yang berpendapat boleh menikah dengan beda agama yang bukan Islam. Padahal sesuai dengan petunjuk Al-Qur`an menikah beda aqidah itu diharamkan. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa solat tidak perlu dilakukan dengan gerakan-gerakan seperti ruku dan sujud, namun cukup dengan sekedar ingat saja atau “ileng”. Ini adalah pendapat yang bathil. Karena tata cara sholat yang benar adalah dengan mencotohi Rasulullah SAW, bayangkan sang Nabi solat sampai kakinya bengkak-bengkak. Ini menunjukkan bahwa solat beliau dilakukan dengan perbuatan bukan sekedar ingat. Dan bahkan baru-baru ini berlaku di daerah jawa, ada aliran yang mengajarkan solat hanya dilakukan tiga waktu dalam sehari semalam. Inilah sekelumit bentuk penyimpangan faham dalam agama Islam. Untuk itu kepada masyarakat hendaknya lebih waspada dan peka terhadap aliran yang mengajarkan faham yang sesat seperti di atas.
Penutup

                Dari uraian di atas, perkara-perkara di atas sudah terwujud di masa kita. Untuk itu mari kita lebih mempertebal keimanan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Karena Iman itu dapat bertambah dan berkurang. Iman akan bertambah dengan ketaatan kepada Allah. Sebaliknya iman akan berkurang dengan maksiat kepada Allah SWT. Semoga kita tetap istiqomah berada di jalan yang lurus dan mati dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.

No comments:

Post a Comment