Jangan Meminta
Bantuan Jin !
Oleh Muhammad Ruslan
Allah
SWT berfirman dalam Surah Jin ayat :6
“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laiki-laki diantara manusia yang
meminta perlindungan kepada beberapa laki-laiki diantara jin, maka jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”
Dalam
suatu riwayat dikemukakan bahwa Kardam bin Abi Saib Al-Anshori berangkat dengan
bapaknya ke Madinah untuk suatu keperluan. Pada waktu itu Rasulullah SAW baru
dikenal sebagai seorang Rasul. Di perjelanan mereka menginap di rumah seorang
pengembala kambing. Pada tengah malam seekor serigala membawa lari seekor anak
kambing. Maka keluarlah pengembala itu sambil berteriak:” hai penjaga lembah
(maksudnya Jin), tetanggamu! Terdengarlah suara yang memanggil (tanpa kelihatan
sosoknya):” hai Sirhan (memanggil serigala itu), maka kembalilah anak kambing
itu mengembik ketakutan dan masuk ketempat asalnya. Sehubungan dengan peristiwa
ini, Allah menurunkan ayat ini (Q.S Jin
ayat 6) kepada Rasul-Nya di Makkah, yang memberi tahukan bahwa ada orang-orang
yang meminta perlindungan kepada Jin.
Beranjak dari ayat di atas
memberikan kita suatu pemahaman bahwa adanya orang-orang yang meminta bantuan
kepada makhluk yang bernama Jin adalah suatu yang benar-benar terjadi ditengah
masyarakat kita. Hal ini karena orang-orang yang demikian itu memiliki iman
yang lemah kepada Allah SWT. Ketika masalah kehidupan datang kepadanya, ia
tidak dapat menyelesaikannya dengan cara yang dikehendaki Allah, justru ia
malah menyelesaikannya dengan cara yang amat dibenci oleh Allah SWT yaitu
meminta bantuan Jin.
Dalam hidup ini tidak dapat
dipungkiri bahwa kehidupan manusia dipenuhi oleh berbagai macam romantika
kehidupan, terkadang ada kalanya kehidupan ini begitu indah dan manis,
terkadang juga sebaliknya yang berlaku yaitu kehidupan amat palit penuh dengan
liku masalah. Diantara orang-orang yang sedang diterpa masalah tersebut tidak
mampu mencari solusi dari masalah yang dihadapinya dengan cara yang benar,
terkadang karena ketidak sabaranya ia menggunakan jalan pintas dari masalah
yang dihadapinya dengan cara meminta bantuan kepada Jin. Sehingga akhirnya
perbuatannya itu mencacatkan keimanannya dan masalah yang dihadapinya bukannya
selesai namun semakin betambah-tambah.
Perbuatan meminta bantuan kepada
Jin tersebut hukumnya adalah haram, dan termasuk perbuatan syirik, sedangkan
perbuatan syirik itu merupakan salah satu dosa besar. Jika pelakunya tidak
bertaubat dengan sungguh-sungguh maka ia akan dimasukkan kedalam neraka yang menyala-nyala.
Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 72 :
Siapa yang mensyirikan sesuatu
kepada Allah maka Allah mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka.
Sebagai
suatu contoh perbuatan seseorang yang meminta bantuan Jin sebagai berikut :
telah berlaku dimasyarakat kita ketika seseorang wanita menolak lamaran seorang
laki-laki, kemudian laki-laki tersebut sakit hati dan kemudian datang ke para
normal, atau dengan sebutan lain ia datang kepada seorang dukun dengan maksud
untuk memberikan sihir kepada wanita tersebut agar menerimanya atau dengan
tujuan agar wanita tersebut celaka. Ia berusaha memecahkan masalahnya dengan
masalah juga sehingga perbuatannya justru memperburuk keadaan dan tidak akan ada
titik ujungnya.
Perbuatan para normal itu
tidaklah ada manfaatnya sedikitpun, karena pada hakikatnya tiada yang mampu
memberikan manfaat dan mudharat kecuali atas izin Allah SWT. Ketika para normal
itu melakukan tugasnya sudah dipastikan ia meminta bantuan Jin untuk
mengabulkan hajat orang yang sakit hati tersebut.
Oleh karena itu, kita mesti
menjauhkan diri dari perbuatan meminta bantuan kepada Jin. Mintalah bantuan
hanya kepada Allah SWT semata. Karena hanya Allah saja yang mampu memberikan
masalah dan Dia pulalah yang mampu menghilangkannnya. Agar iman kita tidak
cacat dan Allah akan naikkan derajat kita disisiNya.
.
No comments:
Post a Comment