Monday, 30 March 2015

Cahaya Dalam Kegelapan Shubuh
Oleh Muhammad Ruslan bin Aban


Dalam suatu hadits yang diriwatkan oleh imam Muslim :
Ketika keluar untuk solat shubuh Rasulullah SAW berdoa :” Ya Allah, berikan cahaya pada hati, lidah, telinga dan mataku. Ya Allah, berikan kami cahaya.”
Beranjak dari hadits di atas dapat di pahami beberapa hal yaitu : yang dimaksud dengan cahaya di dalam hadits ini bukanlah yang berbentuk tenaga seperti yang kita fahami secara sains, tetapi ynag dimaksud dengan cahaya disini adalah hidayah, taufik serta petunjuk dari Alllah SWT. Apabila seseorang mendapat cahaya pada hati dan seluruh panca indranya, hidupnya akan terpimpin kearah kebaikan dan terhindar dari kejahatan.
Cahaya yang sangat kita perlukan tidak hanya di dunia ini, namun yang lebih penting ketika di akhirat kelak, yakni ketika seluruh cakrawala digulung, segala apa yang di semesta telah sirna. Dalam keadaan yang maha gawat itu. Orang beriman akan dibantu cahaya dari Allah SWT untuk merentasi segala halangan dan akhirnya akan masuk ke dalam surga. Sebaliknya orang yang semasa hidupnya durhaka lagi durjana akan menghadapi banyak halangan dan akhirnya terjerumus ke dalam neraka.
Cahaya itu juga sangat kita perlukan ketika hidup di dunia ini terutamanya ketika zaman fitnah yang menyerupai kegelapan malam. Inilah zaman yang akan kita dapati banyak pelaku maksiat menjadi dominan di tengah-tengah masyarakat.
Abu Hurairah r.a berkata :” aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “ Umatku akan ditimpa penyakit-penyakit yang menimpa umat-umat terdahulu.’ Apakah penyakit-penyakit umat terdahulu tersebut? Nabi S.A.W menjawab :”penyakit-penyakit itu ialah terlalu banyak hura-hura, terlalu bermewah-mewah, mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, saling menipu untuk mendapatkan harta dunia, saling menghasut sehingga saling menzalimi (HR. Hakim)
Lalu, bagaimana dan di mana mendapatkan cahaya tersebut?  Rasulullah telah menjawab pertanyaan tersebut dengan melanjutkan sabdanya :” berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid untuk mengerjakan solat shubuh dengan cahaya yang terang benderang pada hari kiamat. (HR. Abu Daud, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah)
Orang yang konsisten mengerjakan solat shubuh berjamaah dijanjikan akan mendapatkan cahaya pada akhirat. Namun sebelum itu mereka akan mendapat cahaya di dunia ini. Mata hati mereka akan terbuka ketika banyak orang buta untuk melihat kebenaran. Mereka berani melawan arus walupun jumlah mereka sedikit karena mereka meyakini firman Allah SWT.
Dengan cahaya dari Allah tersebut, golongan minoritas yang istiqomah menjalankan salat shubuh dengan berjamaah ini akan diberi kekuatan untuk menghadapi fitnah akhir zaman.

Akhirnya, mari kita solat shubuh berjamaah. Sebagaimana disebutkan dalam lafaz azan “salat itu lebih baik daripada tidur”. Karena dengan solatlah kita akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT, jika umat tidak solat maka umat akan “tidur” dan akhirnya umat akan terus mundur.

No comments:

Post a Comment