Monday, 30 March 2015

Shalat Berjamaah Sebagai Pelatihan ketangguhan Sosial-Artikel Keislaman--Sudah Dipublikasikan di koran Harian Orbit

Shalat Berjamaah
Sebagai Pelatihan ketangguhan Sosial
                              Oleh Muhammad Ruslan Bin Aban

Sesungguhnya Rasulullah SAW telah menyampaikan sebuah mutiara hikmah kepada kita dengan sabdanya yang diriwayatkan Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda :” Shalat Jama`ah itu lebih baik dari shalat sendirian dengan  27 kali lipat” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Sesuai dengan hadits shahis di atas dapat kita fahami bahwa shalat berjamaah itu sangat penting, sehingga Rasulullah amat memotinasi umatnya dengan berbagai macam fadhilah (keutamaan) dan manfaat yang diperoleh dari shalat berjamaah tersebut.
Dalam ilmu sosiologi dijelaskan bahwa manusia tergolong keadalam makhluk  zone politicon = yaitu makhluk yang selalu ingin berkumpul dengan orang lain. Salah satu warisan anatomis yang membuat orang merasa perlu membentuk kelompok adalah neocortex atau lapisan paling atas pada otak, yakni bagian yang memberikan kemampuan kepada kita berpikir.  Dalam suatu kajian Dua orang ahli yang bernama T Kawaguchi dan H Kudo, dalam tulisannnya yang berjudul neocortical Develovement and Social Structure in Primates” pada tahun 1990, mengemukakan bahwa “ neocorteks akan semakin membesar sebanding dengan makin besarnya kelompok yang mampu dibentuk.”
Berdasarkan pandangan beberapa ahli bahwa neocortex akan semakin “membesar” sebanding dengan besarnya kelompok yang mampu dibentuk, maka baik shalat jamaah di rumah atau di masjid (lokal), shalat Jum`at (regional), sholat `Idul Fitri dan `Idul Adha (nasional) sampai shalat jamaah ketika melaksanakan ibadah haji di Makkah (internasional) semua akan membangun kecerdasan sosial manusia, melalui peningkatan neocortex yang “memberi” serta meningatkan kemampuan berpikir, kemampuan bersosialisasi dan bersinergi. Suatu perintah untuk meningkatkan neocortex langsung dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu melalui shalat jamaah.
Ini merupakan fakta ilmiah yang mendasar bahwa setiap perintah yang Allah titahkan kepada manusia akan mengndung manfaat yang besar dan begitu juga sebaliknya setiap perkara yang larang kepada manusia terkandung berbagai mudharat (keburukan) jika dilakukan.
            Sahalat berjamaah adalah salah satu dari pelatihan sekaligus simbol dari persatuan umat islam. Mulai dari muatan shalat itu sendiri seperti shalawat dan salam,  kerapian barisan dalam “shaff”, sistem imam dan makmum kesatuan dan kesamaan gerakan, kesamaan misi dan visi dalam shalat, saling mendoakan, bahkan cara memperbaiki imam apabila melakukan kesalahan, sungguh merupakan contoh sinergi yang terbaik yang pernah ada di muka bumi.
Pertemuan shalat jamaah dalam skala lokal (rumah/keluarga), regional (shalat Jum`at), nasional (`Idul Fitri dan I`dul Adha) sampai Internasional (Haji) kesemuanya melambangkan arti penting sinergi dan kolaborasi dari berbagai tingkatan . Dalam shalat berjamaah terdapat berbagai macam falsafah yang sangat penting, seperti kesamaan tujuan dan visi (kiblat), saling mengisi (mengisi shaff atau barisan yang kosong, dan lain-lain), keteraturan organisasi (imam dan makmum), kesamaan persepsi dan prinsip (isi bacaan dalam shalat), saling mendukung (shalawat), saling mengingatkan prinsip (dakwah dari para kharib), pertemuan rutin (waktu shalat), dan demokrasi (tata cara memberi tahu imam yang salah).

            Jadi shalat berjamaah yang dilakukan dengan konsisten dan sungguh-sungguh akan memberikan suatu pengaruh positif terhadap perkembagan sosial di masyarakat. Untuk itu mari kita tanamkan tekad dan niat yang kuat untuk dapat mewujudkan pelaksanaan shalat berjamaah di mana kita berada agar tercipta “atmorfir” kehidupan yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment