Sebagai Pelatihan ketangguhan
Sosial
Oleh
Muhammad Ruslan Bin Aban
Sesungguhnya Rasulullah SAW telah
menyampaikan sebuah mutiara hikmah kepada kita dengan sabdanya yang
diriwayatkan Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda :” Shalat Jama`ah itu lebih baik dari shalat
sendirian dengan 27 kali lipat” (H.R.
Bukhari dan Muslim)
Sesuai dengan hadits shahis di
atas dapat kita fahami bahwa shalat berjamaah itu sangat penting, sehingga
Rasulullah amat memotinasi umatnya dengan berbagai macam fadhilah (keutamaan)
dan manfaat yang diperoleh dari shalat berjamaah tersebut.
Dalam ilmu sosiologi dijelaskan
bahwa manusia tergolong keadalam makhluk zone
politicon = yaitu makhluk yang selalu ingin berkumpul dengan orang lain.
Salah satu warisan anatomis yang membuat orang merasa perlu membentuk kelompok
adalah neocortex atau lapisan paling
atas pada otak, yakni bagian yang memberikan kemampuan kepada kita
berpikir. Dalam suatu kajian Dua orang
ahli yang bernama T Kawaguchi dan H Kudo, dalam tulisannnya yang berjudul neocortical Develovement and Social
Structure in Primates” pada tahun 1990, mengemukakan bahwa “ neocorteks akan semakin membesar
sebanding dengan makin besarnya kelompok yang mampu dibentuk.”
Berdasarkan pandangan beberapa
ahli bahwa neocortex akan semakin
“membesar” sebanding dengan besarnya kelompok yang mampu dibentuk, maka baik
shalat jamaah di rumah atau di masjid (lokal), shalat Jum`at (regional), sholat
`Idul Fitri dan `Idul Adha (nasional) sampai shalat jamaah ketika melaksanakan
ibadah haji di Makkah (internasional) semua akan membangun kecerdasan sosial
manusia, melalui peningkatan neocortex
yang “memberi” serta meningatkan kemampuan berpikir, kemampuan bersosialisasi
dan bersinergi. Suatu perintah untuk meningkatkan neocortex langsung dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW 1400 tahun
yang lalu melalui shalat jamaah.
Ini
merupakan fakta ilmiah yang mendasar bahwa setiap perintah yang Allah titahkan
kepada manusia akan mengndung manfaat yang besar dan begitu juga sebaliknya
setiap perkara yang larang kepada manusia terkandung berbagai mudharat (keburukan)
jika dilakukan.
Sahalat berjamaah adalah salah satu
dari pelatihan sekaligus simbol dari persatuan umat islam. Mulai dari muatan
shalat itu sendiri seperti shalawat dan salam,
kerapian barisan dalam “shaff”, sistem imam dan makmum kesatuan dan
kesamaan gerakan, kesamaan misi dan visi dalam shalat, saling mendoakan, bahkan
cara memperbaiki imam apabila melakukan kesalahan, sungguh merupakan contoh
sinergi yang terbaik yang pernah ada di muka bumi.
Pertemuan shalat jamaah dalam
skala lokal (rumah/keluarga), regional (shalat Jum`at), nasional (`Idul Fitri
dan I`dul Adha) sampai Internasional (Haji) kesemuanya melambangkan arti
penting sinergi dan kolaborasi dari berbagai tingkatan . Dalam shalat berjamaah
terdapat berbagai macam falsafah yang sangat penting, seperti kesamaan tujuan
dan visi (kiblat), saling mengisi (mengisi shaff atau barisan yang kosong, dan
lain-lain), keteraturan organisasi (imam dan makmum), kesamaan persepsi dan
prinsip (isi bacaan dalam shalat), saling mendukung (shalawat), saling mengingatkan
prinsip (dakwah dari para kharib), pertemuan rutin (waktu shalat), dan
demokrasi (tata cara memberi tahu imam yang salah).
Jadi shalat berjamaah yang dilakukan
dengan konsisten dan sungguh-sungguh akan memberikan suatu pengaruh positif
terhadap perkembagan sosial di masyarakat. Untuk itu mari kita tanamkan tekad
dan niat yang kuat untuk dapat mewujudkan pelaksanaan shalat berjamaah di mana
kita berada agar tercipta “atmorfir” kehidupan yang lebih baik.

No comments:
Post a Comment