Terkikisnya
Nilai-Nilai Keimanan
Oleh Muhammad Ruslan
Rasulullah SAW bersabda :
“Akan tiba suatu masa, dimana
Islam hanya tinggal namanya saja. AL-Qur`an hanya tinggal tulisannya saja.
Masjid pada hari itu dibangun dengan megah, namun tidak dapat menurunkan
hidayah. Ulama-ulama jahat dan sesat bermunculan, dari mereka awal bencana dan
fitnah dan kepada mereka pula kembali akibat buruknya”.(H.R. Baihaqi)
Sesuai hadits Rasulullah SAW di atas, bahwa
Rasulullah dengan kemukjizatannya atau keistimewaanya sebagai seorang Rasul
yang telah mengetahui jauh ke depan setelah beliau wafat bahwa suatu saat nanti
akan dijumpai zuatu zaman, yang pada zaman itu ada beberapa keadaan yang
berlaku, yaitu :
Yang
pertama, agama Islam dikenal hanya tinggal namanya saja. Maksudnya, Islam hanya
sebagai formalitas saja atau hanya sebagai pelengkap keterangan di kartu
identitas pengenal saja. Di kartu tersebut tertera tulisan menganut agama Islam,
tetapi tidak mengamalkan syariat agama Islam. Yang benar-benar mengamalkan
syariat Islam dianggap suatu keanehan dan sebaliknya orang yang melanggar
syariat Islam dan kebudayaan Islam dianggap wajar dan lumrah-lumrah saja. Boleh
kita ambil contoh yang tejadi di masyarakat kita, bahwa ada yang berpendapat bahwa
seorang wanita yang berhijab atau berjilbab dianggap kuno, kampungan atau
ketinggalan zaman. Tetapi sebaliknya, bagi wanita-wanita yang berani membuka
auratnya sianggap sebagai pujaan generasi muda dan merupakan hak asasi bagi
wanita. Inilah sebagian pendapat yang menyesatkan dan merusak generasi muda
kita. Dari sudut pandang yang lain pada saat ini, semangat dalam syiar
agama sudah banyak terkikis, dapat kita
perhatikan di masyarakat kita yang terjadi saat ini, apabila diadakan syiar
Islam berupa peringatan hari-hari besar Islam yang diadakan dengan tujuan untuk
memberikan siraman-siraman rohani, sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi
biasanya sangat sulit untuk mengumpulkan masyarakat. Tetapi sebaliknya, apabila
ada urusan di luar agama seperti hiburan dan sebaginya, baik muda atau tua
beramai-ramai bergegas dengan semangat empat puluh lima, untuk menghadiri dan
memeriahkannya.
Yang
kedua, kitab suci Al-Qur`an hanya tinggal tulisannya saja. Maksdunya Al-Quran
hanya menjadi pelengkap hiasan di dalam lemari, bahkan ada yang menjadikan
Al-Qur`an sebagai barang antik, sebagai jimat dan juga sebagai penangkal. Umat
Islam banyak yang tidak bisa membaca kitab sucinya sendiri apatah lagi
mengamalkannya. Banyak orang tua tidak khawatir kalau anak-anaknya buta huruf Al-Qur`an
tetapi malah sebaliknya ia sangat takut kalau anak-anaknya tidak pandai
komputer, tidak pandai bahasa inggris dan lain sebaginya. Padahal Al-Qur`an
merupakan kitab suci yang menjadi acuan dan pedoman dalam kehidupan. Oleh sebab
itu, marilah kita ajarkan anak-anak kita ilmu-ilmu Al-Qur`an, seandainya kurang
mampu mangajarkannya, kita serahkan kepada guru-guru yang berkompeten. Sungguh
bahagialah bagi orang tua yang berhasil mewariskan atau memberikan ilmu-ilmu
agama atau ilmu-ilmu Al-Qur`an kepada anak-anaknya. Karena apabila seorang
meninggal dunia, maka harta, jabatan, istri dan anak cucu keturunan semua
ditinggal, kecuali amal ibadah, sedakah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan
mustajabnya doa anak yang soleh.
Didalam kitab
Tambihul Ghafilin sayyaidina Umar bin Khattab berkata : “sifat durhaka itu
bukan hanya pada anak saja, tetapi orang tuapun bisa durhaka kepada anaknnya.
Adapun orang tua yang durhaka kepada anaknya antara lain :
1. Seorang ayah yang memilih ibu untuk anaknya dari wanita-wanita
yang bodoh, kafir dan jahat
2. Orang tua yang menamai anaknya dengan nama-nama yang buruk dan
hina
3. Orang tua yang tidak mengajarkan anak-anaknya membaca Al-Qur`an
dan ilmu agama lainnya.
Selanjutnya
yanng ketiga, masjid-masjid banyak dibangun dengan megah tetapi tidak dapat
menurunkan hidayah. Masjid-masjid yang megah tersebut hanya sebagai simbolis
atau lambang kebanggan saja namun masjid itu sepi dari jamaah. Dan kalau ada
terjadi bencana alam seperti gempa, tsunami, banjir dan sebagainya, barulah
semua orang bergegas masuk ke masjid untuk berlindung. Masjid dijadikan tempat
berlindung apabila dalam kondisi terdesak. Perlu kita ketahui bahwa masjid
merupakan tempat mempercepat turunnya hidayah dan juga tempat menghapus
dosa-dosa. Bahkan setiap langkah kita menuju masjid dihitung sebagai kebajikan
oleh Allah SWT.
Keadaan yang
keempat, dalam hadits di atas yaitu ulama-ulama yang sesat dan jahat yang dari
mereka munculnya fitnah. Dewasa ini sudah banyak timbul kelompok-kelompok yang
mengatas namakan agama Islam namun pemahamannya dapat menyesatkan umat sehingga
timbullah fitnah. Ada yang berpendapat boleh menikah dengan beda agama yang
bukan Islam. Padahal sesuai dengan petunjuk Al-Qur`an menikah beda aqidah itu
diharamkan. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa solat tidak perlu dilakukan
dengan gerakan-gerakan seperti ruku dan sujud, namun cukup dengan sekedar ingat
saja atau “ileng”. Ini adalah pendapat yang bathil. Karena tata cara sholat
yang benar adalah dengan mencotohi Rasulullah SAW, bayangkan sang Nabi solat
sampai kakinya bengkak-bengkak. Ini menunjukkan bahwa solat beliau dilakukan
dengan perbuatan bukan sekedar ingat. Dan bahkan baru-baru ini berlaku di
daerah jawa, ada aliran yang mengajarkan solat hanya dilakukan tiga waktu dalam
sehari semalam. Inilah sekelumit bentuk penyimpangan faham dalam agama Islam.
Untuk itu kepada masyarakat hendaknya lebih waspada dan peka terhadap aliran
yang mengajarkan faham yang sesat seperti di atas.
Penutup
Dari
uraian di atas, perkara-perkara di atas sudah terwujud di masa kita. Untuk itu
mari kita lebih mempertebal keimanan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Karena
Iman itu dapat bertambah dan berkurang. Iman akan bertambah dengan ketaatan
kepada Allah. Sebaliknya iman akan berkurang dengan maksiat kepada Allah SWT.
Semoga kita tetap istiqomah berada di jalan yang lurus dan mati dalam keadaan
husnul khotimah. Aamiin.
